Berburu Tengkleng Solo Hingga Es Pisang Ijo di Festival Jajanan Bango

Ada yang dinanti oleh para penggemar wisata kuliner, yaitu Festival Jajanan Bango (FJB). Tahun 2019 ini, festival yang menampilkan puluhan pedagang makanan nusantara  itu bertema “Kelezatan Asli, Lintas Generasi”. 

Acara ini digelar pada hari Sabtu dan Minggu, 16-17 Maret 2019 di area parkir Squash, Gelora Bung Karno. Aku dan anak-anak datang ke sana pada hari Minggu-nya, setelah ikutan free trial MRT. Dari stasiun MRT Istora, ternyata masih cukup jauh untuk mencapai lokasi FJB, sekitar 30 menit jalan kaki. Untungnya event ini bekerjasama dengan Grab. Jadi kami tinggal klik pesan Grab Car, dan malah ada diskon promo FJB. Screenshot bukti perjalanan Grab ke FJB juga bisa ditukarkan dengan voucher diskon di stand Grab Food FJB.

Voucher Diskon dari Grab

Jam 12.30 kami sampai di sana, matahari bersinar terik. Meski begitu, para pengunjung tetap tak terusik memadati area FJB, menikmati acara dengan asyik.

Setelah mendapatkan gelang tanda masuk, pengunjung diarahkan untuk melalui area pameran yang berisi sejarah dan informasi seputar Bango serta beberapa photo booth berlatar kegiatan kuliner. Setelah keluar dari area pameran, pengunjung bisa langsung menuju ke tenda-tenda kuliner dan berburu aneka jajanan lezat nusantara.

Photobooth FJB
Photobooth FJB

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain makanan-makanan berat seperti nasi goreng, sop konro, tengkleng solo, tersaji juga beragam cemilan seperti es pisang ijo, seblak, klapetaart dan sebagainya. Area kuliner begitu sesak karena kami datang pas jam makan siang. Aku dan anak-anak sempat kebingungan mau pilih yang mana. Semua kelihatan menggiurkan. Akhirnya kami berpencar. Aku dengan anak terkecil, sementara si kakak dengan abang “berburu” berdua.

Pindang Kudus H. Ali

Pilihan kulinerku jatuh pada Nasi Pindang Kudus H. Ali yang berupa sepiring nasi plus masakan daging sapi berkuah mirip gulai tapi warnanya coklat muda. Kata anakku itu makanan “old people” hahahaa… Si bungsu lebih suka Bakmi Yamin Bakso Mang Memet. Saat kami berdua menikmati “buruan” kami, datanglah kakak dan abang menenteng kresek berisi 2 box Ayam Madu Si Bangkong. Sebelumnya mereka berdua sempat berbagi seporsi Sate Padang Ajo Ramon.

Setelah puas menyantap hidangan pertama, rupanya anak-anak masih lapar mata dan perutnya pun masih muat! Pergilah si abang membeli Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dan kakak jajan Bagoja alias Bakso Goreng Gajah. Si bungsu pun nggak mau kalah, pingin juga ngicipi Sate Padang Ajo Ramon dengan penutupnya Es Krim Conello Walls. Sementara aku cukup “cuci mulut” dengan Es Campur Pak Oyen Bandung. 

Waah… rasanya masih penasaran dengan kuliner yang lain. Tapi apa daya perut sudah penuh dan dompet sudah tipis hehee.. Selain itu antrian yang penuh sesak membuat kami juga sulit untuk mendapatkan jajanan yang diinginkan. Padahal sempat ngiler juga lihat Es Pisang Ijo, tapi malas lihat antriannya yang mengular panjang.

Area makan padat pengunjung
Tempat makan di luar tenda
Tempat makan di luar tenda

Tips berikutnya untuk datang ke FJB, lebih baik datang lebih awal, sekitar jam 10 atau 11, supaya antrean belum terlalu panjang dan hari belum begitu panas. Bawalah dompet penuh dan perut kosong supaya lebih puas menikmati kelezatan aneka kuliner di sana. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.