Batal Operasi Empedu Berkat Klinik Arridlo

“You are what you eat” dan “Let food be thy medicine” adalah ungkapan yang sangat tepat untuk mengingatkan kita supaya memperhatikan apa yang kita makan demi kesehatan kita.

Makan itu tak semata bertujuan enak dan kenyang. Makan gorengan hangat sepiring itu enak dan mengenyangkan. Makan bakso semangkok ditambah mie ayam juga bisa ngobatin lapar. Tapi yakinkah kamu bahwa semua itu bermanfaat untuk tubuh?

Sudah hampir setengah bulan ini suamiku berobat ke klinik Arridlo di daerah Cijantung. Penyebabnya adalah keluhan sakit suamiku pada perut kanan tengah. Sebelumnya sakit yang sama juga pernah dirasakan beberapa kali jika ia mengonsumsi makanan terlalu asam, terlalu pedas, atau terlalu banyak gorengan. Tapi sakit itu hilang jika ia bisa istirahat tidur.

Awal Februari lalu, sakit perut itu datang lebih kuat. Suamiku sampai tidak bisa tidur nyenyak beberapa malam. Aku coba browsing penyebab sakit perut di bagian kanan tengah. Mbah Google menunjukkan bahwa itu bisa jadi adalah gejala batu empedu. Tetangga depan rumah belum lama ini juga habis operasi angkat kantung empedu akibat ada batu di sana. Tapi seingatku, dia bilang sakitnya sampai ke punggung, sementara suamiku cuma merasakan sakit di bagian perut, persisnya di kanan tengah. Kadang berpindah ke kiri.

Daripada nebak-nebak, akhirnya kami pun ke dokter untuk cek sakit apa ini sebenarnya. Dokter penyakit dalam kemudian memeriksa perut suami dengan USG dan cek darah juga. Hasilnya : ada batu berukuran 2,3 x 1,6 cm di kantung empedu, kolesterol dan gula darahnya juga agak tinggi. Kemudian dokter memberi rujukan ke dokter bedah untuk operasi angkat kantung empedu.

Wah.. Aku jadi ingat tetanggaku tadi, juga ada teman SMA-ku yang mengalami hal sama. Tapi temanku itu lebih parah, karena setelah operasi angkat kantung empedu, sempat mengalami infeksi sampai demam 2 minggu di RS dan harus dibedah lagi karena ada sisa operasi yang harus dibersihkan dari rongga perutnya. Duh, padahal itu sudah di RS mahal dan terkenal loh…

Saat galau memutuskan operasi atau tidak, seorang teman di grup Whatsapp alumni sekolah memberi referensi Klinik Arridlo. Dia bilang, ibunya tidak jadi operasi kantung empedu setelah berobat di sana. Wow, tepat sekali solusi yang mungkin kami butuhkan! Langsung kami meluncur ke Cijantung.

Ketika kami datang, pagi itu habis hujan deras. Tidak banyak antrian di klinik yang terkenal mengobati banyak pasien dengan berbagai keluhan itu. Setelah mendaftar dengan membayar minimal Rp. 1.000, suamiku diperiksa tensinya, 145/108.. tinggi juga ya. Tak lama menunggu, ia dipanggil ke ruang periksa.

Baru duduk di ranjang periksa, Prof. Arif atau Pak Haji, demikian para pasien menyebut dokter yang memeriksa, langsung menebak bahwa penyakit suamiku keturunan dari ibunya yang tekanan darah tinggi dan diabetes, juga ayahnya yang sakit jantung. Wah, kok bisa tau ya, padahal belum ngomong apa-apa loh..

Prof Arif bilang, sakit perut suamiku itu bukan karena ada batu empedu. “Kamu dibohongin, itu cuma lemak yang mengeras,” katanya. “Semua penyakit insyaallah ada obatnya. Asalkan disiplin jaga makanan dan minum jamunya,” demikian lanjut mantan kepala RSPAD yang sudah berusia 89 tahun itu.

Bagian bawah perut suamiku dipijat sedikit oleh asisten dokter. Kemudian dia mendapat resep berupa jamu dari campuran daun-daunan dan bubuk kacang panjang yang harus diseduh dan diminum pada waktu-waktu tertentu, juga kopi untuk diminum setelah makan pagi dan siang. Ada beberapa jenis makanan yang harus dipantang juga, di antaranya ikan laut, jeroan, terigu/gandum, telur bebek dan, juga beberapa jenis sayur dan buah tertentu.

Jadwal makannya pun harus diatur, yaitu pagi sebelum jam 6.30, siang antara jam 11.00-12.00 dan sore jam 17.00-18.00. Jamu diminum hangat tepat setelah makan. Kopi diminum satu jam setelah makan pagi dan siang. Jika di antara waktu-waktu tersebut masih lapar, boleh makan lagi, asalkan langsung minum jamu. Selain itu, diharuskan juga minum kelapa cengkir (kelapa yang muda sekali, jenis apapun) antara jam 15.00-17.00.

Tidak ada obat yang harus diminum untuk sakit perut suamiku itu. Obat-obatan yang sudah diperoleh dari rumah sakit pun jadi tak lanjut diminum.

Resep dan Pola Makan ala Arridlo
Dedaunan Jamu Arridlo Sebelum Diseduh

Pulang dari Arridlo, aku langsung menyiapkan semua jamu dan kopi yang harus diminum suamiku. Tak lupa memasakkan makanan yang boleh dimakan. Baru 3 hari suamiku disiplin menerapkan jadwal makan dan minum jamu dari klinik Arridlo, alhamdulillah sakitnya sudah jauh berkurang.

Setiap 4 hari sekali suamiku kontrol ke Arridlo sekaligus membeli jamunya lagi. Sekarang sudah hari ke-16 sejak pertama kali kami ke klinik tersebut. Perut suamiku sudah tidak bengkak lagi, berat badan yang awalnya 82kg susut jadi 76kg. Sakit perutnya hilang. Tekanan darah juga turun sedikit demi sedikit. Kadang tekdarnya naik lagi jika terlambat makan dari jadwal.

Ternyata memang makanan membawa banyak dampak buat tubuh. Makanan bisa mengobati sakit, bisa juga jadi sumber penyakit. Kami bersyukur suamiku masih diberi alarm yang lembut, belum sampai dikasih “gong” penyakit yang parah. Dengan sedikit mengubah jadwal dan pola makan saja, ternyata kita bisa hidup lebih sehat.

Bagi yang membutuhkan pengobatan alami yang masuk akal dan terbukti manjur, coba datang ke Arridlo, Jalan Pertengahan No.1A, Cijantung. Sudah banyak yang tertolong di klinik itu, mulai dari sakit ringan sampai stroke dan kanker. Biayanya pun relatif terjangkau. Pendaftaran minimal Rp. 1.000, shodaqoh untuk dhuafa seikhlasnya (di ruang praktek dokter), ramuan jamu sekitar Rp. 75.000, bubuk kacang panjang Rp. 15.000/kantong, kopi Rp. 50.000.

 

 

 

 

4 thoughts on “Batal Operasi Empedu Berkat Klinik Arridlo”

  1. Hallo assalamualaikum… sebelumnya perkenalkan saya Bintang saya dari pemuda Yayasan Arridlo, aku suka banget sama tulisannya, dikarenakan sekarang sudah merambah ke era digital kami muda mudi arridlo memutuskan untuk membuat website agar mudah di akses orang banyak dan agar lebih dikenal lagi oleh khalayak banyak, jika berkenan nantinya apakah boleh saya memuat ulang tulisannya didalam website resmi kami? nanti kita akan tulis juga sumber dan link untuk ke blog ini, terimakasih atas waktunya, wassalam….

    1. hai mba weeda, perkembangan sangat bagus, 3 hari setelah minum jamu dan melakukan saran serta arahan pa dr.Arif (Pa Haji), sakitnya hilang sampai sekarang dan gak ke dokter lagi … Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.