Bangga, Jakarta Punya Ratangga

Setelah 75 tahun merdeka, akhirnya Indonesia, khususnya Jakarta, mulai punya Mass Rapid Transit alias MRT. Kereta yang diberi nama Ratangga ini mulai diujicobakan untuk masyarakat umum secara gratis pada 12-24 Maret 2019. Jalur yang beroperasi baru Lebak Bulus – Bunderan HI.

Aku pun excited ikutan free trial MRT ini bersama anak-anak. Sayangnya suami sedang kurang enak body, jadi terpaksa nggak ikutan. Tiket gratis diperoleh dengan cara mendaftar di http://ayocobamrtj.com/ . Kita bisa pilih mau naik dari stasiun mana. Sementara nanti bebas mau turun di mana saja, tidak harus dari stasiun awal. Kami pilih stasiun Lebak Bulus, biar puas nyoba dari ujung ke ujung hehee.. 😀

Dari rumah kami di daerah Pasar Minggu menuju Lebak Bulus, tinggal naik angkot ke halte TransJakarta (TJ) di SMK 57. Duduk manis di bus TJ jalur 6H yang sejuk ber-AC, sampai di terminal Lebak Bulus tinggal jalan sedikit langsung masuk ke stasiun MRT.

Terminal bus TransJakarta Lebak Bulus, tampak dari atas stasiun MRT
Pintu masuk stasiun MRT Lebak Bulus

Zaman dulu, kalau mau ke Lebak Bulus dari Pasar Minggu naik bus P20, nyegat di perempatan Ragunan, panas-panas. Busnya pun penuh sangat, sampai miring ke kiri, terpaksa kadang sebelah kaki melambai-lambai di pintu. Belum lagi musti waspada dengan pasukan panjang tangan yang tangkas meraih dompet penumpang!

Stasiun MRT Lebak Bulus tampak bersih dan luas. Persis seperti stasiun MRT di negeri tetangga. Para petugas ramah menyambut kedatangan calon penumpang. Moga-moga kebersihan dan keramahan itu terus dipertahankan sampai MRT benar-benar beroperasi secara reguler.

Stasiun Lebak Bulus
Loket Tiket Stasiun MRT Lebak Bulus
Pintu keluar-masuk peron menuju pintu kereta

Hari itu banyak warga Jakarta yang sama girangnya dengan kami. Banyak yang selfie dan bikin video ala vlogger di sepanjang koridor stasiun dan di dalam MRT. Memang sangat membanggakan akhirnya ibukota tercinta bisa punya Ratangga. 🙂

Perjalanan naik MRT dari Lebak Bulus ke Bunderan HI melewati 11 stasiun. Jarak tempuh antar stasiun rata-rata hanya semenit. Di setiap stasiun, kereta hanya berhenti antara 2-3 menit. Jadi perjalanan dari ujung ke ujung hanya menempuh waktu sekitar setengah jam.

Sudah sepatutnya ibukota Indonesia memiliki moda transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman, supaya masyarakat lebih memilih naik angkutan umum, sehingga jalanan tidak bertambah padat oleh kendaraan pribadi.

Stasiun Bunderan HI

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.